Adaptasi Strategi Digital: Kunci Utama BNPT Tanggulangi Terorisme

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:55:31 WIB
Kepala BNPT Eddy Hartono. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa strategi penanggulangan terorisme saat ini mesti menyesuaikan diri dengan perkembangan ancaman di ranah siber.

Kepala BNPT Eddy Hartono menekankan bahwa kemajuan teknologi digital telah menggeser modus operandi penyebaran ideologi radikal serta aksi terorisme di Indonesia.

"Internet kini menjadi media yang paling efektif dimanfaatkan oleh jaringan maupun simpatisan terorisme untuk menyebarkan pengaruh dan menjalankan aktivitasnya," ucap Eddy, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

BNPT mencatat sejak tahun 2024, internet telah menjadi sarana utama bagi jaringan atau simpatisan terorisme dalam melakukan rekrutmen, propaganda, penggalangan dana, hingga perencanaan aksi teror. Pergeseran pola ancaman tersebut mengharuskan pemerintah maupun masyarakat untuk memperkuat kewaspadaan serta literasi digital.

“Jadi landscape kebijakan penanganan tentunya berubah dari konvensional sekarang ke ruang digital,” tuturnya.

Demi meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan digital secara cerdas dan bertanggung jawab, BNPT turut serta dalam Seminar Gerakan Budaya Membaca yang dihelat oleh Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI di Jakarta, Selasa (26/5).

Dalam seminar bertajuk Literasi Keamanan Digital dan Ketahanan Mental: Membangun Kesadaran Bermedia, Pengawasan Gim, dan Perlindungan Keluarga di Era Digital tersebut, Deputi Bidang Persidangan Sekjen DPR RI Suprihartini menggarisbawahi urgensi kesadaran individu dalam melindungi keamanan siber.

Menurutnya, setiap pengguna internet memiliki kewajiban untuk mewujudkan ruang digital yang sehat dan aman agar tidak disalahgunakan sebagai sarana penyebaran disinformasi.

“Keamanan digital harus dimulai dari kesadaran diri kami pribadi, setiap orang memiliki peran sebagai penjaga ruang digitalnya untuk melakukan verifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data, tidak mudah terpancing oleh provokasi, serta tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi yang keliru.” ungkap Suprihartini.

Melalui agenda tersebut, BNPT mengimbau masyarakat untuk bersikap lebih bijak dalam memanfaatkan media digital, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas daring anak, serta memperkokoh ketahanan mental keluarga di tengah arus informasi internet yang masif.

Seminar ini dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari kalangan pegawai di lingkungan DPR RI serta komunitas perpustakaan.

Terkini